Harga limbah yg bisa diRECYCLE


Per 22/06/2009........(TIMBANGAN KAMI PASTI TEPAT - SILAKAN BUKTIKAN)


..........Jenis Limbah-----------------------------Rp dijemput/kg-------Rp diantar/kg

  1. Kertas putih------------------------------ 1.100-------------------1.250
  2. Kertas berwarna-------------------------500----------------------650
  3. Kertas masking--------------------------150----------------------300
  4. Koran/Majalah berkertas koran-------1.000--------------------1.150
  5. Majalah non kertas koran--------------500----------------------650
  6. Kardus------------------------------------700----------------------850
  7. Tissue westafel--------------------------50------------------------200
  8. Plastik kemasan part-------------------1.000--------------------1.150
  9. Jerigen olie warna hitam---------------1.250-------------------1.400
  10. Jerigen olie warna tidak hitam--------1.750--------------------1.900
  11. Botol Aqua & tutup botolnya-----------1.000------------------- 1.150
  12. Gelas Aqua-------------------------------2.000--------------------2.150
  13. Tutup botol galon Agua 19 lit-----------3.000--------------------3.150
  14. Kaleng soft drink (alumunium)---------3.000--------------------3.150
  15. Kaleng besi-------------------------------250----------------------400
  16. Oil Filter-----------------------------------500----------------------650
  17. Besi full -----------------------------------1.000--------------------1.150
  18. Kemasan deterjen (kotor)--------------1.000--------------------1.150
  19. Kemasan deterjen (bersih)-------------2.000--------------------2.150
  20. Kemasan Tetra Pack------------------200-----------------------350
  21. Drum--------------------------------------25.000-------------------25.150
  • Harga sewaktu-waktu dapat berubah
  • Limbah diterima dalam kering jika basah ada potongan timbangan

Jadi Pemulung ?



Pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang - kenal maka sayang" memang pepatah yang sudah teruji, karena setelah mengenal "Isu Lingkungan" lebih jauh, membuat saya akhirnya benar-benar nyemplung sampai jadi Pemulung-nya sendiri.

Berangkat dari mencoba menyadarkan yg lain bahwa membakar "produk kadaluarsa" bukan jalan yang benar karena bisa merusak lingkungan karena dibakar bersama kemasan palstiknya (tentu saja racun dioksin palstik pasti naik ke udara karena bakarnya dengan cara sederhana), juga kemasan kertasnya ikut dibakar (ini sih hampir sama dengan bakar pohon buat saya), trus sudah terbukti menuai protes dari tetangga yg jemurannya kotor kena abu hasil bakaran, maka hasilnya adalah saya mengambil posisi sebagai tenaga outsource yg menangani limbah "produk kadaluarsa", tentu saja harus dengan cara yang aman bagi lingkungan.

Berusaha mencapai taret diatas berarti belajar mencari cara "ini dan itu" harus diapain:
1. Kemasan plastik harus dipilah sesuai jenisnya baru bisa diterima pabrikan daur ulang plastik - ini cukup sulit karena plastik cukup banyak jenisnya seperti PET, PP, HD, PVC dan campurannya juga. Untunglah dewa penolong dibidang plastik datang dari paman saya sendiri di Bogor yg sdh main plastik cacah cukup lama.
2. Kemasan kertas dan karton juga dipilah per jenis dan dikirim ke pabrik kertas di Cikarang yg mengolah kertas bekas. Ada juga jenis kertas campuran yang belum jelas daur ulangnya seperti bungkus coklat yang ada alumunium foilnya ?? (Can U help ? please).
3. Produk makanan padat kadaluarsa yang sudah dihancurkan harus dicariin jodoh dan untunglah ada peternakan sapi besar (sapinya ada > 20.000 ekor) yg siap menerima sebagai bahan tambahan pembuatan konsentrat, sisa yg tidak diterima akhirnya dikompos jadi pupuk padat.
4. Produk limbah minuman akhirnya dikomposkan jadi pupuk cair (jadi produk pupuk super sebenarnya karena bahan bakunya dari yogurt susu. Kemasannya yg disebut Tetra Pack juga jadi tantangan tersendiri.
5. Perabot kayu, besi & akrilik ex display produk harus dicariin jodoh yang tepat juga.

Nah namanya usaha, problem baru selalu menanti: Limbah terkumpul diatas sekali kirim harus memenuhi kuota (min 1 ton sekali krim) ? Jadi pemulung gak bisa tanggung juga (hanya punya 1 klien karena omzet ngantung) .. he.he.. ini membuat saya nekat jadi "Pemulung".

Ini mungkin pengalaman yg akan menimpa anda juga jika suka berkoar jangan begini harusnya begitu (pakai cara yg Green dong).. eh malah harus dilakonin sendiri .... Kapok ? Ngak deh.

Juni 2009, Salam Lestari - T.Fajar

4R dirumah dan dikantor



Setelah melihat pameran Green Festival 2008 di Senayan dan mengikuti seminar 4R dikantor yang dibawakan oleh Pak Tri dari Pepulih, ketertarikan pada "Isu Lingkungan" membuat saya mencoba menerapkan pola 4R dengan memilah sampah rumah tanggga, dirumah saya sediakan 4 tempat sampah:

1. Sampah kertas (kertas corat-coret dr kertas f.copy / buku tulis, brosur-brosur, karton ex makanan, kardus, koran, majalah).
2. Sampah plastik, kaca, tetra pack; kaleng; potongan besi.
3. Sampah organik, dari sisa sayuran dll yg sudah dipotong kecil2 , tiap sore dibawa ke pojok halaman dan diproses jadi kompos dengan bantuan bakteri pengompos. Kompos yg sudah jadi dipakai untuk menanam bayam, cai sim, kangkung, selada, tomat, terong, cabe, sere, seledri, pohon ceri, mangga dll.
4. sampah yg bener2 mau dibuang (ini sih kadang2 kosong gak ada isinya karena semuanya bisa masuk ke 1 sd 3)

Jika sampah no 1 & 2 sudah terkumpul sekarung atau 2, tinggal diantar panggil pemulung yg sering lewat didepan rumah setelah ditimbang dan terima pembayaran - beres deh !, rupiah yg diterima memang tidak seberapa tapi bukan ini yg dipentingkan.

Di kantor juga saya coba lakukan 4R sederhana dengan menyediakan 2 tempat sampah khususnya di meja saya:

1. Sampah kertas-kertas tidak terpakai (kadang disisi palstik juga)

2. Sampah organik (dari pengalaman ternyata tempat sampah ini sering kosong).

Mendorong team cleaning service kantor agar melakukan pemilahan dan pengumpulan sehingga setiap periode akan terkumpul cukup banyak kertas dan plastik yang kemudian dijual ke pemulung - uangnya bisa jadi uang saku mereka.

Dari kegiatan ini saya, akhirnya saya mengerti dan mengetahui rantai proses daur ulang untuk sampah plastik, kertas dsbg-nya. Sampah harus dipilah seperti apa dan kemana nantinya sampah ini akan diproses serta akan jadi apa.

Saya mendorong teman-teman agar dapat melakukan 4R sederhana ini agar sampah yang bisa didaur ulang dapat cepat & efisien sampai ke tempat daur ulangnya masing2. Bayangkan jika sudah masuk truk sampah atau masuk tumpukan sampah maka kualitas bahan utk daur ulang bisa tidak maksimal bahkan bisa tidak terpakai lagi. Khususnya sampah kertas, padahal dengan daur ulang kertas kita bisa menyelamatkan banyak pohon hutan kita dan kalau pohon selamat ujungnya "Global Warming" bisa ditekan. Belakangan ini Jakarta memang semakin panaaaaaaaaas.
Jadi mari kita selamatkan bumi kita dengan 4R.

Mei 2009, Salam Lestari - T.Fajar